Yuk Mengenal Penyakit Layar Burn In di Panel OLED

SinauNews – Burn In di Panel OLED, Untuk kamu yang belum tahu, burn in adalah perubahan warna yang permanen pada bagian-bagian panel layar. Fenomena ini bukan hal yang baru karena tak hanya terjadi pada panel OLED dan AMOLED saja tetapi sudah ada sejak CRT (Cathode Ray Tube).

Walaupun belum parah, layar yang terkena burn in masih bisa digunakan sebagaimana mestinya. Hanya saja sebagian dari kita mungkin akan merasa cukup terganggu dengan bayangan gambar atau perubahan warna yang muncul. Burn in sendiri umumnya disebabkan oleh penayangan gambar statis atau tak berubah secara terus-menerus. Biasanya burn in juga bisa semakin cepat muncul jika kita menggunakan layar dengan tingkat kecerahan tinggi.

Apa itu Burn In di Panel OLED

OLED adalah singkatan dari Organic Light Emitting Diode. Karena bahan yang digunakan dalam konstruksi panel ini adalah organik, maka kualitasnya akan menurun seiring waktu. OLED adalah teknologi pemancar cahaya otomatis, yang berarti tidak diperlukan lampu latar. Setiap piksel menghasilkan cahayanya sendiri, yang secara bertahap akan meredup selama masa pakai produk.

OLED burn-in (atau retensi gambar permanen) merujuk pada degradasi piksel secara bertahap ini. Burn-in bukan hal yang unik pada layar OLED, CRT, LCD, dan plasma juga rentan terhadap hal ini.

Retensi gambar permanen pada layar OLED disebabkan oleh degradasi piksel yang tidak merata pada tampilan tersebut. Ini terjadi ketika sekumpulan piksel tertentu menurun dalam tingkat yang berbeda dari yang ada di sekitarnya.

Gambar atau grafik statis pada layar sangat berpengaruh terhadap masalah ini. Ini termasuk logo yang ditampilkan di sudut saat menonton beberapa saluran TV, menggulirkan spanduk berita, atau area di mana papan skor muncul saat menonton olahraga.

Namun, untuk memperjelas, menonton lima jam olahraga pada hari Minggu tidak akan segera menyebabkan layar OLED Anda terbakar. Namun, efek kumulatif dari menonton saluran olahraga yang sama selama periode waktu yang lama mungkin dapat menyebabkannya.

Hal yang sama berlaku untuk apa pun yang meninggalkan elemen statis di layar untuk waktu yang lama. HUD video game, bilah tugas Windows, papan kedatangan di bandara, dan sebagainya, semuanya dapat menyebabkan burn-in pada layar OLED.

Kenapa Burn In Bisa Terjadi di Layar OLED dan AMOLED?

Panel OLED dan AMOLED menggunakan LED yang ditanamkan pada seluruh bagian layar untuk menciptakan warna. Dengan begitu, gambar yang dihasilkan bisa memiliki kontras dan tingkat kecerahan yang sangat tinggi. Namun, seiring berjalannya waktu, tingkat kecerahan dari setiap LED dapat berubah sesuai dengan siklus hidupnya, yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan tingkat produksi warna.

Dalam hal ini, penurunan kemampuan setiap LED akan berbeda-beda tergantung pemakaian dan jenisnya. Bagian layar OLED atau AMOLED yang sering diaktifkan cenderung lebih mudah mengalami perubahan warna.

Penurunan kemampuan LED yang berbeda-beda inilah yang menyebabkan munculnya perubahan warna permanen di sebagian tampilan layar berpanel OLED maupun AMOLED. Biasanya akan mengikuti gambar yang sering ditayangkan.

Cara Mencegah Burn In di Layar OLED dan AMOLED

1. Sering Mengganti Wallpaper atau Gunakan Live Wallpaper

Sebagaimana yang dijelaskan di atas, penyebab utama dari burn in biasanya disebabkan oleh pemakaian gambar statis atau tidak berubah-ubah. Kita dapat mencoba mencegahnya dengan mengubah wallpaper atau tampilan layar secara berkala.

Menggunakan wallpaper statis atau tidak berubah-ubah tentu akan membuat sebagian LED pada panel OLED atau AMOLED bekerja lebih keras. Dengan sering menggantinya, maka bagian yang dipaksa pun ikut akan berubah-ubah.

Sebagai alternatif lain jika kita takut tidak sempat atau lupa mengganti wallpaper, kita juga dapat menggunakan dukungan live wallpaper atau gambar animasi yang dapat berubah-ubah secara otomatis.

2. Turunkan Tingkat Kecerahan

Menurunkan tingkat kecerahan hingga serendah mungkin juga dapat menjadi salah satu cara untuk mencegah layar OLED atau AMOLED terkena burn in.

Jika dipaksa menjalankan pengaturan dengan kecerahan tinggi secara terus-menerus, maka daya tahan LED pada panel yang bersifat organik akan menurun lebih cepat. Hal ini dapat menyebabkan burn in terutama jika gambar yang ditampilkan tidak berubah-ubah dalam waktu yang lama.

3. Gunakan Tema dan Wallpaper Gelap

Selain menurunkan tingkat kecerahan, kita juga dapat menggunakan wallpaper dan tema gelap jika didukung. Warna-warna yang gelap akan cenderung mengurangi jumlah pencahayaan sehingga LED tidak perlu bekerja terlalu keras.

Dengan begitu, komponen LED pada layar AMOLED dan OLED akan lebih awet dan dapat memproduksi warna secara maksimal dengan durasi pemakaian yang lebih lama. Risiko terjadinya burn in pun akan sedikit berkurang.

4. Ubah Tata Letak Layar Utama Secara Berkala

Layar utama adalah salah satu tampilan statis yang umum ditampilkan pada handphone. Karena itu, kita perlu sering mengubah tata letaknya mulai dari ikon animasi hingga widget yang ditambahkan.

Tata letak yang sama selama waktu yang lama tentu akan meningkatkan risiko terjadinya burn in. Jika itu terjadi, layar OLED dan AMOLED dapat menampilkan gambar bayangan dari ikon aplikasi atau widget yang ditambahkan di layar utama.

5. Aktifkan Opsi Navigasi dengan Gesture

Tombol navigasi juga menjadi salah satu bagian yang sering mengalami burn in. Hal ini dikarenakan bagian tersebut akan ditampilkan secara terus-menerus untuk mempermudah pengoperasian, seperti tombol navigasi yang ada di bawah layar.

Pada perangkat modern, opsi navigasi sekarang dapat diubah menggunakan gestur usapan tangan. Kita dapat menggunakan fitur ini untuk memperpanjang usia layar OLED dan AMOLED agar tidak mudah terkena burn in.

6. Pakai Always-on Display yang Tidak Statis

Fitur Always-on Display dapat menjadi fitur yang sangat berguna saat menggunakan perangkat dengan panel OLED atau AMOLED. Kita dapat dengan mudah melihat jam atau notifikasi yang diterima. Namun, pada penggunaan yang sering, gambar statis dari Always-on Display juga dapat menyebabkan burn in. Kita dapat menonaktifkan atau menggantinya dengan konten bergerak sebagai solusi untuk mengurangi risiko burn in.

 

Nah demikian ulasan mengenai “Mengenal Penyakit Layar Burn In di Panel OLED” secara lengkap, semoga mudah kalian pahami dan bisa bermanfaat ya sobat. Terima kasih

administrator

Halo, Saya adalah penulis artikel dengan judul Yuk Mengenal Penyakit Layar Burn In di Panel OLED yang dipublish pada 15 January 2023 di website SinauNews

Artikel Terkait

Leave a Comment