Pengertian Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match (Kelebihan dan Kekurangan)

Pengertian Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match-Yuk simak pada pertemuan kali ini kami akan membahas mengenai Pengertian Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match (Kelebihan dan Kekurangan). Pembelajaran merupakan suati proses atau juga upaya yang di bangun oleh guru untuk mengembangkan kreativitas berpikir siswa, sehingga siswa bisa membangun pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan terhadap materi dari pembelajaran.

  1. Lorna Curran, Model pembelajaran Make A Match (mencari pasangan) adalah model pembelajaran yang di kembangkan Lorna Curran, ciri utama dari model Make A Match adalah siswa diminta mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban atau pertanyaan materi tertentu dalam pembelajaran.
  2. Shoimin Aris (2016: 98). Salah satu keunggulan teknik ini adalah siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan. Teknik ini bisa digunakan dalam semua mata pelajaran dan untuk semua tingkatan usia, Isjoni 2010 (Shoimin Aris, 2016:98).
  3. Menurut Ridwan Abdullah Sani (2013: 196) mengatakan bahwa “Model pembelajaran mencari pasangan (make a match) merupakan pembelajaran kelompok yang memiliki dua orang anggota. Masing-masing anggota kelompok tidak diketahui sebelumnya, tetapi dicari berdasarkan kesamaan pasangan soal dan jawaban. Penerapan pembelajaran model ini dimulai dengan teknik, yaitu siswa disuruh mencari pasangan kartu yang merupakan soal jawaban sebelum batas waktu yang sudah di tentukan, siswa yang dapat mencocokan kartunya akan di beri point.

Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe (Make a Match)

 

Kelebihan Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match

1. Kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe make a match menurut Anita Lie dalam Nurhayati (2013:16) adalah meningkatkan pastisipasi siswa dalam pembelajaran, cocok untuk tugas sederhana, siswa lebih banyak kesempatan untuk berkontribusi masing-masing anggota kelompok, interaksi dalam pembelajaran lebih mudah dan cepat membentuknya.

2. Ras Eko Budi Santoso dalam Nurhayati (2013: 17) menyebutkan kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe make a match sebagai berikut:

  • Mampu menciptakan suasana aktif dan menyenangkan
  • Materi pembelajaran yang disampaikan lebih menarik perhatian siswa
  • Mampu meingkatkan hasil belajar siswa mencapai taraf ketuntasan belajar secara klasikal 87 %
  • Suasana kegembiraan akan bertumbuh dalam proses pembelajaran
  • Kerja sama antar siswa terwujud secara dinamis
  • Munculnya dinamika gotong royong yang merata di seluruh siswa

Kekurangan Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match

1. Kekurangan model pembelajaran kooperatif tipe make a match menurut Saiful Amin dalam Nurhayati (2013:17) adalah sebagai berikut:

  • Jika tidak dirancang dengan baik maka banyak waktu terbuang
  • Pada awal penerapan metode ini banyak siswa yang malu jika berpasangan dengan lawan jenisnya
  • Jika mengarahkan siswa dengan baik saat presentasi banyak siswa yang kurang memperhatikan
  • Harus hati-hati dan bijaksana saat memberi hukuman pada siswa yang tidak mendapatkan pasangan
  • Jika digunakan secara terus-menerus akan menimbulkan kebosanan

2. Ras Eko Budi Santoso dalam Nurhayati (2013:17) juga menyatakan bahwa kekurangan pembelajaran kooperatif tipe make a match adalah diperlukan bimbingan dari guru untuk melakukan kegiatan, waktu yang tersedia perlu juga di batasi jangan sampai siswa terlalu banyak bermain-main dalam proses pembelajaran, guru juga perlu persiapan bahan dan alat yang memadai dan pada kelas gemuk (>30 siswa/kelas) jika kurang bijaksana maka yang akan muncul adalah suasana seperti pasar dengan keramaian yang tidak terkendali. Hal ini bisa di antisipasi dengan menyepakati beberapa komitmen ketertiban dengan siswa sebelum pembelajaran di mulai.

Langkah-Langkah Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match

Sebagaimana pembelajaran lainnya, model pembelajaran kooperatif tipe make a match dilaksanakan dengan mengikuti langkah-langkah pembelajarannya. Langkah-langkah pembelajaran ini menurut Rusman (2013:233) adalah sebagai berikut:

  1. Guru menyiapkan beberapa kasrtu yang sudah berisi konsep/topik yang cocok untuk sesi review (satu kartu berupa kasrtu soal dan kartu lainnya berupa jawaban)
  2. Siswa mendapat satu kartu dan memikirkan jawaban atau soal dari kartu yang di pegang
  3. Siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya
  4. Siswa yang bisa mencocokan kartunya sebelum batas waktu akan di beri poin
  5. Setelah satu babak kartu di kocok lagi agar siswa mendapat kartu yang berbeda dari yang sebelumnya
  6. Kesimpulan

Berdasarkan langkah-langkah model pembelajaran kooperatif, maka tipe make a match yang diterapkan pada materi pengenalan program presentasi adalah sebagai berikut:

 

Demikian pembahasan mengenai Pengertian Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match (Kelebihan dan Kekurangan), semoga mudah dipahami dan bisa di pratekan dengan baik oleh guru pendidik. Terima kasih

administrator

Halo, Saya adalah penulis artikel dengan judul Pengertian Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match (Kelebihan dan Kekurangan) yang dipublish pada 2 December 2022 di website SinauNews

Artikel Terkait

Leave a Comment